Refleksi Kultum Bakda Shalat Tarawih di Masjid Taqwa Cepu
Selasa malam, 24 Februari 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu kembali mendapatkan siraman rohani usai pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Kultum disampaikan oleh Ust. Mohamad Jaelani, S.Ag., M.Pd. yang mengangkat tema penting: memperbanyak istighfar sebagai jalan membuka pintu ampunan Allah.
Keteladanan Rasulullah dalam Istighfar
Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ, seorang rasul yang telah dijamin masuk surga, tetap memperbanyak istighfar setiap hari. Dalam hadis disebutkan:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.”
(HR. Bukhari)
Jika Rasulullah ﷺ yang maksum saja begitu banyak beristighfar, maka terlebih lagi kita sebagai manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan.
Manusia Tempat Salah dan Taubat
Manusia pada hakikatnya adalah tempat salah dan lupa. Namun, sebaik-baik manusia adalah mereka yang segera kembali kepada Allah dengan bertaubat. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
Hal ini menunjukkan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya.
Luasnya Ampunan Allah
Dalam kultum juga disampaikan kisah tentang Wahshi Bin Harb, yang dahulu membunuh Hamzah bin Abdul Muttalib. Meskipun dosanya sangat besar, ketika ia bertaubat dan masuk Islam, Allah menerima taubatnya.
Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Ayat ini menjadi harapan besar bagi setiap hamba agar tidak putus asa dari ampunan Allah, selama ia benar-benar bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Cara Agar Taubat Diterima
Agar istighfar dan taubat kita diterima oleh Allah, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Menjaga lisan, menggantinya dengan kalimat-kalimat yang baik (qaulan thayyiban).
- Berhati-hati dalam bergaul, memilih lingkungan yang membawa kepada kebaikan.
- Menghindari sifat rakus dan tamak, baik dalam urusan harta, makanan, maupun jabatan.
- Mengganti amal buruk dengan amal baik, sebagai bukti kesungguhan dalam bertaubat.
Hikmah Memperbanyak Istighfar
Orang yang gemar beristighfar akan mendapatkan banyak keutamaan, di antaranya:
- Dicintai oleh Allah ﷻ
- Hidupnya lebih tenang dan tenteram
- Dihormati oleh masyarakat karena akhlaknya yang baik
- Mendapat perlindungan dan keberkahan dalam hidup
Sebagaimana firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Penutup
Melalui kultum ini, jamaah diingatkan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri. Jangan pernah merasa dosa terlalu besar untuk diampuni, karena rahmat Allah jauh lebih luas dari dosa manusia.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa bertaubat dan mendapatkan ampunan serta rahmat-Nya. Aamiin.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar