TfA6BSOlBUdiTfY7BSW8TSroTA==

Headline:

Tiga Golongan Orang yang Beruntung di Bulan Ramadhan

Kultum Ba’da Sholat Tarawih Masjid Taqwa Cepu – Selasa, 17 Maret 2026 bersama Ust. Catur Wira Wismanggal, S.Pd.I

Selasa malam, 17 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu mengikuti kultum ba’da sholat Tarawih yang disampaikan oleh Ust. Catur Wira Wismanggal, S.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā atas nikmat iman, Islam, serta kesempatan yang masih diberikan untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah, karena tujuan utama dari ibadah puasa Ramadhan adalah agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa.

Allah Subhānahu wa Ta‘ālā berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(QS. Al-Baqarah: 183)

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Maksud ayat:
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih manusia untuk meningkatkan ketakwaan serta mengendalikan diri dari berbagai perbuatan dosa.

Tiga Golongan Orang yang Beruntung di Bulan Ramadhan

Dalam kultumnya, Ust. Catur Wira Wismanggal menjelaskan bahwa ada beberapa golongan orang yang sangat beruntung ketika menjalani bulan Ramadhan.

1. Orang yang Mendapatkan Ampunan dari Allah

Golongan pertama adalah orang yang mendapatkan ampunan dari Allah Subhānahu wa Ta‘ālā selama menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan pengampunan bagi hamba yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Orang yang memanfaatkan Ramadhan dengan ibadah yang sungguh-sungguh akan mendapatkan rahmat dan pengampunan dari Allah.

2. Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Golongan kedua yang beruntung adalah mereka yang mendapatkan malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Allah Subhānahu wa Ta‘ālā berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
(QS. Al-Qadr: 3)

Artinya:
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”

3. Orang yang Istiqamah Beribadah Setelah Ramadhan

Golongan ketiga yang beruntung adalah orang yang mampu menjaga keistiqamahan dalam beribadah meskipun Ramadhan telah berlalu. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan selama Ramadhan benar-benar memberikan pengaruh dalam kehidupan seorang muslim.

Allah Subhānahu wa Ta‘ālā berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
(QS. Al-Ahqaf: 13)

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”

Penutup

Di akhir kultumnya, Ust. Catur Wira Wismanggal mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, memperbanyak ibadah, memohon ampunan kepada Allah, serta berusaha mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung di bulan Ramadhan, yaitu mereka yang mendapatkan ampunan dari Allah, memperoleh keberkahan malam Lailatul Qadar, dan mampu istiqamah dalam menjalankan ibadah setelah Ramadhan berakhir. Aamiin.

Daftar Isi

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads
Formulir
Tautan berhasil disalin