Pada hari Rabu, 4 Maret 2026, ba’da sholat tarawih di Masjid Taqwa Cepu, Ust. H. Muhaimin, S.Pd.I menyampaikan tausiyah yang penuh makna tentang pentingnya bersyukur atas nikmat Allah serta tujuan utama dari ibadah puasa, yaitu meraih derajat takwa.
Beliau mengawali dengan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan merupakan karunia besar yang tidak semua orang dapatkan. Rasa syukur ini hendaknya diwujudkan dengan ketaatan dan peningkatan ibadah.
Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa tujuan utama dari puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Orang yang bertakwa akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4)
Maksudnya:
Orang yang bertakwa akan diberikan jalan keluar dari kesulitan, dimudahkan urusannya, serta diberi keberkahan dalam kehidupannya.
Dalam kultum tersebut, Ustadz Muhaimin juga menjelaskan keutamaan dan balasan bagi orang-orang bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Naba ayat 31–36:
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿٣١﴾
حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا ﴿٣٢﴾
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا ﴿٣٣﴾
وَكَأْسًا دِهَاقًا ﴿٣٤﴾
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا ﴿٣٥﴾
جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا ﴿٣٦﴾
“Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di sana mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan dusta. Sebagai balasan dari Tuhanmu, pemberian yang cukup banyak.” (QS. An-Naba: 31–36)
Maksudnya:
Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang bertakwa akan memperoleh kebahagiaan dan kemenangan yang sempurna di akhirat. Mereka akan mendapatkan kenikmatan surga yang luar biasa, penuh dengan ketenangan, kesenangan, dan jauh dari segala hal yang sia-sia maupun keburukan. Semua itu merupakan balasan dari Allah atas keimanan dan ketaatan mereka selama di dunia.
Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan ketakwaan. Dengan memperbanyak ibadah, menjaga hati, serta terus bersyukur, diharapkan kita termasuk golongan orang-orang bertakwa yang mendapatkan kemudahan hidup dan kebahagiaan abadi di akhirat.
Semoga kita semua mampu memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya dan meraih derajat takwa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin.

0Komentar