Cepu, 6 Maret 2026. Pada kultum ba’da sholat Subuh di Masjid Taqwa Cepu yang disampaikan oleh Ust. Luqman Rosyidy, SS, jamaah diajak untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan yang Allah berikan sehingga masih dapat menunaikan sholat Subuh berjamaah di masjid. Sholat Subuh berjamaah bukanlah perkara yang mudah dilakukan oleh semua orang. Oleh karena itu, kehadiran jamaah di masjid merupakan karunia besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ. Melalui risalah dan tuntunan beliau, umat Islam dapat menjalankan ibadah kepada Allah dengan benar dan sempurna, serta berharap memperoleh syafaat beliau di hari akhir kelak.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat hidup sendiri. Setiap hari kita berinteraksi dengan orang lain, baik di rumah, di tempat kerja, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Bahkan di masjid pun kita bertemu dan berkomunikasi dengan sesama. Karena itulah, Islam mengajarkan pentingnya kesabaran dalam berinteraksi dengan orang lain.
Setiap manusia memiliki karakter, pemikiran, dan sudut pandang yang berbeda. Perbedaan tersebut sering kali menjadi sumber kesalahpahaman. Oleh karena itu, kesabaran menjadi salah satu akhlak utama yang harus dimiliki oleh seorang mukmin.
Secara sederhana, sabar berarti menahan diri. Menahan diri dari ucapan yang buruk, menahan emosi dari kemarahan, serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah. Sabar adalah tanda ketakwaan seorang hamba kepada Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 153)
Ayat ini menegaskan bahwa kesabaran bukan sekadar sikap biasa, melainkan jalan untuk mendapatkan pertolongan dan kedekatan dengan Allah.
Selain itu, Allah juga menegaskan dalam Al-Qur’an:
بَلَىٰ إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
"Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang sangat penting."
(QS. Ali ‘Imran: 186)
Kesabaran juga ditekankan dalam hadits Rasulullah ﷺ:
الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ
"Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguan mereka."
(HR. Ibnu Majah)
Hadits ini mengajarkan bahwa Islam tidak menganjurkan umatnya untuk menjauh dari masyarakat hanya karena perbedaan atau gangguan dari orang lain. Justru seorang mukmin dianjurkan untuk tetap hidup bermasyarakat dan bersabar menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Dalam menghadapi perbedaan dan perilaku orang lain yang mungkin tidak menyenangkan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar kita mampu bersabar.
Pertama, meluruskan niat. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, niatkan semua itu untuk mencari ridha Allah. Dengan niat yang lurus, kita akan lebih mudah menerima perbedaan dan tidak mudah tersulut emosi.
Kedua, menahan diri dari amarah. Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan ketika seseorang marah. Jika sedang berdiri, hendaknya duduk. Jika masih marah, dianjurkan untuk berwudhu. Hal ini bertujuan untuk meredakan emosi dan mengembalikan ketenangan jiwa.
Ketiga, mengingat besarnya pahala bagi orang yang sabar. Allah menjanjikan balasan yang sangat besar bagi orang-orang yang mampu bersabar.
Allah berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
(QS. Az-Zumar: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa kesabaran memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Balasan bagi orang yang sabar bahkan tidak dibatasi oleh ukuran tertentu.
Melalui kesabaran, seorang mukmin dapat menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia sekaligus mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu memperluas kesabaran dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mendapatkan pahala yang besar dan ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Wallahu a’lam bish-shawab.

0Komentar